{"id":1237,"date":"2023-06-10T16:14:26","date_gmt":"2023-06-10T16:14:26","guid":{"rendered":"https:\/\/adhimixrmc.com\/?p=1237"},"modified":"2026-02-25T16:10:28","modified_gmt":"2026-02-25T16:10:28","slug":"inilah-4-pengaruh-fly-ash-pada-beton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/inilah-4-pengaruh-fly-ash-pada-beton\/","title":{"rendered":"Inilah 4 Pengaruh Fly Ash Pada Beton"},"content":{"rendered":"<p>Hallo sobat Tekton adhimix, Pada kesempatan kali ini rubrik \u201cBahas Beton\u201d akan membahas mengenai\u00a0<b>4 Pengaruh pemakaian fly ash pada beton,\u00a0<\/b>dimana sebelumnya kita membahas mengenai salah satu produk Adhimix RMC Indonesia yaitu\u00a0<b>Beton Berpori.\u00a0<\/b>Kenapa kali ini kita akan membahas mengenai Fly ash, karena fly ash merupakan salah satu bahan campuran beton yang memiliki banyak manfaat untuk beton.<\/p>\n<p>Sobat Tekton Adhimix, berikut penjelasan singkat mengenai pengaruh atau manfaat fly ash terhadap beton diantaranya :<\/p>\n<h3><b>Pengaruh terhadap beton segar<\/b><\/h3>\n<p>Dari karakteristik yang dipunyai\u00a0<i>fly ash\u00a0<\/i>akan memberikan pengaruh \u2013 pengaruh terhadap beton segar sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>Meningkatkan\u00a0<i>workability\u00a0<\/i>yang dikarenakan sifat fisik\u00a0<i>fly ash\u00a0<\/i>yang halus menjadikan beton lebih plastis dan kohesif.<\/li>\n<li>Mengurangi bleeding yang dikarenakan kehalusan\u00a0<i>fly ash\u00a0<\/i>maka kebutuhan air akan lebih kecil sehingga water cementitious ratio akan lebih terkontrol dan memperkecil kemungkinan bleeding.<\/li>\n<li>Mudah dipompa karena plastis dan kohesif.<\/li>\n<li>Memperlama waktu setting yang dikarenakan pemakaian\u00a0<i>fly ash\u00a0<\/i>akan memperkecil kandungan semen yang berarti memperkecil kandungan C3A.<\/li>\n<li>Mereduksi panas hidrasi yang ditimbulkan C3A dan C3S pada kandungan semen<\/li>\n<li>Mudah difinishing karena waktu setting lebih lama.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b style=\"font-size: 1.5em; font-style: inherit;\">Pengaruh terhadap beton keras<\/b><\/p>\n<p>Efek terhadap beton setelah mengeras sangatlah banyak, namun yang paling pokok dalam hal ini adalah efek terhadap durabilitas beton seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Meningkatkan kuat tekan &amp; perkembangan kekuatan yang signifikan setelah umur 28 hari.<\/li>\n<li>Tahan terhadap serangan sulfat<\/li>\n<li>Perlindungan terhadap korosi dan rembesan<\/li>\n<li>Mengurangi reaksi dari alkali yang ada pada semen terhadap agregate reaktif\u00ad<\/li>\n<\/ul>\n<h3><\/h3>\n<h3><b>Pengaruh terhadap Durabilitas beton<\/b><\/h3>\n<p>Pada prinsipnya serangan sulfat maupun air laut terhadap beton adalah menyerang C3A dan Ca(OH)2 dengan membentuk\u00a0<i>gypsum\u00a0<\/i>dan\u00a0<i>ettringite\u00a0<\/i>yang\u00a0\u00a0mempunyai sifat ekspansif, maka untuk mengurangi serangan ini dipilih semen yang memiliki unsur C3A dan Ca(OH)2 rendah, yaitu semen tipe II, IV dan\u00a0V, atau digunakan semen dicampur dengan\u00a0<i>fly ash<\/i>.<\/p>\n<p>Disamping kandungan C3A masing &#8211; masing semen dibatasi, maksimum 5 % untuk semen type V dan maksimum 8 % untuk semen type II. Dari\u00a0beberapa\u00a0<i>experience\u00a0<\/i>membuktikan penggunaan\u00a0<i>fly ash\u00a0<\/i>sangat efektif untuk meningkatkan ketahanan beton terhadap serangan zat &#8211; zat yang\u00a0<i>destructive<\/i>. (\u00a0ACI 201-2R-08)<\/p>\n<h3><b>Pengaruh Terhadap\u00a0<i>Mass Concrete<\/i><\/b><\/h3>\n<p>Semen dengan kekutan tinggi pada umur awal akan menghasilkan puncak temperatur (<i>peak temperatur<\/i>) beton yang semakin tinggi selama curing awal,\u00a0sehingga tidak disarankan menggunakan semen tipe ini untuk pengecoran\u00a0<i>mass concrete<\/i>.<\/p>\n<p>(ACI 207.1R.96) menyarankan menggunakan semen\u00a0<i>type\u00a0<\/i>IV untuk pengecoran\u00a0<i>mass concrete\u00a0<\/i>atau digunakannya\u00a0<i>fly ash\u00a0<\/i>sebagai upaya mengurangi\u00a0 kandungan C3A dan C3S yang merupakan unsur utama yang menghasilkan panas hidrasi yang dapat menimbulkan retak (crack) pada beton, disamping akan\u00a0 memberikan pengaruh \u2013 pengaruh positif terhadap sifat beton terutama dalam hal durabilititas.<\/p>\n<p>Demikian\u00a0<b>\u201cBahas Beton\u201d\u00a0<\/b>kali ini\u00a0<b>Sobat Tekton Adhimix,\u00a0<\/b>semoga bisa bermanfaat untuk kita bersama, selanjutnya kita akan \u201cbahas beton\u201d mengenai\u00a0<b>Prosentase Yang Di Rekomendasikan Untuk Pemakaian Fly Ash Pada Campuran Beton Untuk Berbagai.\u00a0<\/b>sampai jumpa di \u201cBahas Beton\u201d dengan\u00a0\u00a0judul\u00a0berikutnya ya!<\/p>\n<p><i>Penulis : Veronico Ramadhan<br \/>\nEditor : Elistiana<\/i><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hallo sobat Tekton adhimix, Pada kesempatan kali ini rubrik \u201cBahas Beton\u201d akan membahas mengenai\u00a04 Pengaruh pemakaian fly ash pada beton,\u00a0dimana sebelumnya kita membahas mengenai salah satu produk Adhimix RMC Indonesia yaitu\u00a0Beton Berpori.\u00a0Kenapa kali ini kita akan membahas mengenai Fly ash, karena fly ash merupakan salah satu bahan campuran beton yang memiliki banyak manfaat untuk beton. &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/inilah-4-pengaruh-fly-ash-pada-beton\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Inilah 4 Pengaruh Fly Ash Pada Beton<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-1237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1237"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1240,"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1237\/revisions\/1240"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhimixrmc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}